Cursor bintang-bintang

Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Friday, March 23, 2012

Seminar Android : Maximize Your Android

 
 
Komunitas Android Makassar bekerja sama dengan Trans Studio Theme Park Makassar menyelenggarakan "Seminar Android; Maximize Your Android". Seminar ini diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal: Jumat, 30 Maret 2012
Waktu: Pukul 15.00 WITA
Tempat: Trans Studio Makassar
Materi:
1. Pengenalan Android
2. Memahami Aplikasi Dasar Android
3. Tips & Trik Memaksimalkan Android

HTM:
Umum Rp. 100.000,- (21 wahana bermain + sertifikat)
Member Komunitas Rp. 75.000 (15 wahana bermain + sertifikat)

Untuk informasi, hubungi 0811416720 (Resha)
08124136712 (Anna)

Sunday, February 5, 2012

Brain Machine Interface

A-interface komputer otak (BCI), kadang-kadang disebut antarmuka saraf langsung atau mesin antarmuka otak (BMI), merupakan jalur komunikasi langsung antara otak dan perangkat eksternal. BCIs sering bertujuan untuk membantu, menambah atau memperbaiki manusia kognitif atau fungsi sensorik-motorik.

Penelitian BCIs dimulai pada tahun 1970 di University of California Los Angeles (UCLA) di bawah hibah dari National Science Foundation , diikuti oleh kontrak dari DARPA . Makalah yang diterbitkan setelah penelitian ini juga menandai penampilan pertama otak-interface komputer ekspresi dalam literatur ilmiah.

Bidang penelitian dan pengembangan BCI sejak berfokus terutama pada aplikasi neuroprosthetics yang bertujuan untuk memulihkan kerusakan pendengaran, penglihatan dan gerakan. Berkat yang luar biasa plastisitas kortikal otak, sinyal-sinyal dari implan prostesis bisa, setelah adaptasi, akan ditangani oleh otak seperti sensor alami atau saluran efektor. Setelah tahun hewan percobaan, perangkat neuroprosthetic pertama ditanamkan pada manusia muncul di pertengahan sembilan puluhan.

EEG
Rekaman gelombang otak yang dihasilkan oleh sebuah electroencephalogram

Elektroensefalografi (EEG) adalah yang paling banyak dipelajari antarmuka non-invasif yang potensial, terutama karena halus resolusi temporal, kemudahan penggunaan, portabilitas dan rendah set-up biaya. Tapi seperti juga kerentanan teknologi untuk kebisingan, penghalang lain substansial untuk menggunakan EEG sebagai antarmuka otak-komputer adalah pelatihan ekstensif diperlukan sebelum pengguna dapat bekerja teknologi. Sebagai contoh, dalam percobaan dimulai pada pertengahan 1990-an, Niels Birbaumer dari Universitas Tübingen di Jerman yang terlatih sangat lumpuh orang untuk diri-mengatur potensi kortikal lamban dalam EEG mereka sedemikian rupa sehingga sinyal-sinyal ini dapat digunakan sebagai sinyal biner untuk mengontrol kursor komputer. (sebelumnya Birbaumer epilepsi dilatih untuk mencegah cocok akan datang dengan mengendalikan gelombang tegangan rendah.) Eksperimen melihat sepuluh pasien dilatih untuk memindahkan kursor komputer dengan mengendalikan gelombang otak mereka. Proses lambat, membutuhkan lebih dari satu jam untuk pasien untuk menulis 100 karakter dengan kursor, sedangkan pelatihan sering mengambil berbulan-bulan.

Parameter lain penelitian ini adalah jenis gelombang yang diukur. Penelitian kemudian Birbaumer dengan Jonathan Wolpaw di New York State University telah berfokus pada pengembangan teknologi yang akan memungkinkan pengguna untuk memilih sinyal otak mereka menemukan termudah untuk mengoperasikan BCI, termasuk mu dan ritme beta.




Honda telah mengembangkan otak-mesin baru antarmuka (BMI) yang memungkinkan manusia untuk mengontrol robot humanoid Asimo hanya dengan pemikiran pemikiran tertentu. BMI yang sistem yang dikembangkan bersama dengan Honda Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR) dan Shimadzu Corporation, terdiri dari sensor-sarat helm yang mengukur aktivitas otak pengguna dan komputer yang menganalisa pola pikir dan relai mereka sebagai perintah nirkabel dengan robot.

Bila pengguna hanya berpikir tentang pindah nya kanan, pra-diprogram Asimo merespon beberapa detik kemudian dengan meningkatkan dengan tangan kanan. Demikian juga, Asimo lift dan lengan kiri ketika orang berpikir tentang mereka pindah tangan kiri, ia mulai berjalan ketika orang berpikir tentang pindah kaki mereka, dan memegang tangan-nya di depan muaranya ketika orang berpikir tentang lidah bergerak mereka.

Honda BMI – Tingginya-BMI presisi teknologi bergantung pada tiga jenis kegiatan pengukuran otak. EEG (electroencephalography) sensor mengukur sedikit fluktuasi dalam potensi listrik di kepala yang terjadi ketika berpikir, sementara NIRS (near-infrared spectroscopy) sensor mengukur perubahan aliran darah di otak. Ekstraksi informasi baru yang dikembangkan adalah teknologi yang digunakan untuk proses kompleks data dari kedua jenis sensor, sehingga yang lebih akurat membaca. Sistem dilaporkan memiliki tingkat akurasi lebih dari 90%.
Japan Honda Robot
Penggunaan EEG dan NIRS sensor membuat sistem baru yang lebih kompak daripada sebelumnya BMI sistem yang bergantung pada bulkier fMRI (fungsional magnetis resonansi imaging) teknologi. Meskipun sistem yang cukup kecil untuk diangkut dari tempat ke tempat lain, para pengembang berencana untuk mengurangi ukurannya.
Honda, telah melakukan penelitian dan pengembangan BMI dengan ATR sejak tahun 2005, adalah melihat ke dalam kemungkinan satu hari menggunakan jenis antarmuka dengan teknologi kecerdasan buatan dan robotics ke perangkat yang membuat pengguna dapat beroperasi tanpa harus bergerak.
Wah... gila ya gan.... kemajuan teknologi semakin meningkat dengan pesat.... Tapi kapan ya gan Indonesia bisa mengimbangi kemajuan teknologi di dunia... Kita berharap aja ya gan supaya Indonesia mampu mengikuti perkembangan zaman dengan baik, dan mampu bangkit dari keterpurukan yang sedang melanda....

Saturday, January 7, 2012

Amankan Android, Google Beli Ratusan Paten IBM

Cuplikan teaser Google untuk Android Ice Cream Sandwich.
Awal tahun 2012 ini, Google mendapat ketambahan 187 paten dan 36 aplikasi yang dibeli dari IBM. Ini merupakan kesekian kalinya Google mendapatkan paten milik IBM, sebelumnya Google telah membeli 1.000 paten dari IBM.

Pembelian paten ini dilakukan Google ditengarai untuk menyelamatkan Android yang mulai diserang kompetitornya, seperti Apple dan Microsoft, dengan isu paten.

Ratusan paten tambahan tersebut termasuk paten sistem yang menggunakan jaringan semantik untuk membangun jejaring sosial. Sebelumnya, Google juga telah membeli paten yang dimiliki Motorola Mobility sebanyak 2.400 paten untuk mengembangkan sistem operasi Android sejak Agustus 2011. Pembelian paten ini menghabiskan biaya 12,5 miliar dollar AS.

Vicki Salmon, ketua komite litigasi Chartered Institute of Patent Attorneys Inggris, percaya bahwa pembelian paten ini dilakukan Google untuk melindungi teknologi yang sedang digunakan saat ini sehingga mereka bisa tenang dalam merencanakan masa depan.

Google pernah berseteru dengan kompetitornya karena memperebutkan 6.000 paten Nortel saat perusahaan ini bangkrut. Paten yang diperebutkan di antaranya teknologi seputar jaringan nirkabel, 4G, data networking, optik, suara, internet, service provider, semikonduktor, dan portofolio paten lainnya.

Pada kasus ini, Apple, EMC, Ericsson, Microsoft, Research in Motion, dan Sony disebut membuat konsorsium untuk menjegal Google. Meski Google menawarkan 900 juta dollar AS untuk membeli paten Nortel, tetapi tetap kalah di pengadilan oleh konsorsium berbagai perusahaan besar tersebut.

Friday, January 6, 2012

OPEN SOURCE & KOMUNITAS’NYA + UNEK2nya


Jika diartikan menurut arti kata, – Open Source- dalam bahasa Indonesia berarti Kode Terbuka. Kode yang dimaksud disini bukanlah kode morse, ataupun kode barang, tetapi yang kode yang dimaksud disini adalah Kode Program. Kode Program yang dimaksud adalah perintah – perintah yang diketikkan berdasarkan logika yang benar.
 
Suatu program dengan lisensi Open Source berarti program tersebut membuka Kode Programnya bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi). Dengan penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat membedah program tersebut, melakukan modifikasi  dengan kebutuhannya, bahkan memperbaiki -Bug- atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang Open Source adalah Linux. Dalam setiap distribusinya vendor Linux juga menyertakan Kode Program Linux.

Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa program / software yang Open Source tidak selalu tersedia secara gratis. Tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang murah. Lalu, apa bedanya Open Source dengan -Closed Source-
Pada program yang -Closed Source-, paket program tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh pembuat / vendor program tersebut. Jika ada distribusi yang bukan oleh vendor program tersebut, maka itu dianggap sebagai pembajakan software. Atau dengan kata lain program yang -Closed Source- tidak dapat didistribusikan secara bebas, kecuali oleh vendor program tersebut. Sedangkan software yang Open Source, dapat didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Paket program juga dapat digandakan secara bebas.

Tujuan Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap vendor program, dimana vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang -Closed Source- vendor bisa saja menyisipkan kode – kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna.

Selain itu, Open Source juga bertujuan menyediakan software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh vendor.
Bagi kalangan IT khususnya di Indonesia, dengan adanya software yang Open Source dapat mendorong semangat untuk mengembangkan program bagi tenaga – tenaga TI di Indonesia. Sebab dengan mempelajari kode program, dapat dianalisa dimana kelemahan program, apa sesungguhnya proses yang berlangsung dalam kerja program, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan program yang ditemui. Atau yang lebih extreem adalah memodifikasi program sedemikian rupa agar lebih ergonomis / pas digunakan sesuai dengan keperluan.
Sebagai tenaga yang bergerak di bidang TI, tentunya kita tidak boleh hanya menjadi End User yang hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang lain. Sebab dengan demikian sampai selama – lamanya bidang TI kita akan tertinggal dari negara – negara lain. Kalau hanya ingin menjadi End User, untuk apa kita susah – susah membuang waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk menjadi S.Kom ???? Kalau memang hanya ingin menjadi End User lebih efektif dan efisien mengikuti kursus.

Hal inilah yang masih belum disadari oleh kebanyakan Pengajar maupun mahasiswa bidang Teknologi Informasi di Indonesia. Seorang S.Kom bukan dipersiapkan untuk menjadi pengguna, melainkan dipersiapkan untuk menjadi Analis Sistem yang dapat merancang baik software maupun hardware. Dengan menggunakan program yang Open Source bukankah telah terbuka jalan yang sangat lebar untuk menuju ke arah tersebut ?????

Dengan mempelajari kode program yang Open Source kita dapat menganalisa teknik yang digunakan dalam pembuatan software tersebut, yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna ?????

Harus diakui bahwa jika kita bekerja sebagai Software Developer yang Open Source, akan mengurangi jumlah pendapatan yang akan diterima jika dibandingkan dengan Software Developer yang -Closed Source-, sebab software yang kita buat dapat di distribusikan secara bebas oleh orang lain tanpa membayar lisensi kepada kita.

Namun, ada yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan uang tersebut. Yaitu Perbuatan Amal. Dengan mengeluarkan program yang Open Source, dimana pengguna dapat melihat, mempelajari, dan memodifikasi Kode Program, dapat dibayangkan berapa banyak orang yang memperoleh pengetahuan dari program kita, berapa banyak mahasiswa yang dapat meningkatkan kemampuannya dengan mempelajari software yang kita buat. Belum lagi umpan balik yang diberikan oleh pengguna
yang mengetahui kelemahan program kita dan memberikan solusinya, yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita.

Lagipula, vendor seperti RedHat yang selama ini bergerak sebagai Software Developer yang Open Source tidak menjadi bangkrut malahan semakin maju. Mengapa ????? Sebab, pengguna yang awam dengan sistem komputer tetap akan menghubungi vendor program jika terjadi masalah dengan program. Karena mereka menganggap bahwa vendor tentu lebih memahami programnya dibandingkan dengan teknisi yang lain.

Namun, pilihan untuk mengikuti Open Source atau tidak tetap bergantung pada diri kita masing – masing. Seandainya anda berkeinginan menjadi Software Developer yang kaya raya seperti Bill Gates, mungkin anda memilih menjadi Software Developer yang -Closed Source-.

Sebaliknya, jika anda adalah seorang yang senang berbagi ilmu dan pengalaman tentunya anda lebih senang menjadi Software Developer yang Open Source, namun itu tentunya kemungkinan kecil dapat menjadikan anda sekaya Bill Gates. Well, pilihan tetap berada pada diri kita masing – masing.

Arikel yang sangat baik untuk dijadikan referensi buat kita2x semua…lalu apa hubungannya dengan suatu komunitas yang berasal dari suatu produk open source…dan saya berpikir buat teman-teman yang telah membuat suatu komunitas beranjak dari suatu produk open source..seperti yang telah dijelaskan diatas dimana kode sumber yang didapati secara terbuka..begitu pula Informasi yang seharus kita berikan secara terbuka kepada masyrakat luas…sehinga open source itu bisa lebih luas lagi dikenal kepada siapapun juga…saya sangat menyayangkan ada beberapa komunitas Open Source yang sangat tertutup untuk memberikan INFORMASI yang sangat berharga bagi orang banyak , padahal Informasi itu sangatlah penting untuk kemajuan OPEN SOURCE…(sangat saya sayangkan)…jangan menyebut diri kalian dari komunitas open source kalau informasi berharga yang dapat mencerdaskan orang banyak tidaklah kalian informasikan… mungkin ini unek-unek dari saya..maaf jika ada yang tersinggung…karena saya beranggapan OPEN SOURCE adalah solusi terbaik untuk mencerdaskan Bangsa ini